Semua orang ingin memiliki website yang mendatangkan banyak pelanggan. Oleh karena itu, marketer bekerja keras untuk meningkatkan konversi. Mereka mengedit teks berulang-ulang, mengatur widget untuk melakukan obrolan online, mengubah desain, merumuskan “perangkap” untuk klien, dan meningkatkan volume traffic. Semuanya terdengar penting. Namun, dalam mengejar konversi, kita seringkali mengabaikan poin dasar yang jarang dibicarakan.

Marketer biasanya menjelaskan produk menggunakan teks. Mereka berpikir teks akan menentukan jadi tidaknya calon pelanggan mengeksekusi transaksi. Faktanya, teks tidak menyelesaikan banyak hal.

Pertama, Orang Tidak Punya Banyak Waktu Untuk Membaca

Anya adalah seorang sekretaris di sebuah perusahaan besar yang menghabiskan seratus liter air minum setiap harinya. Pemasok yang sekarang jarang mengirim air minum tepat waktu dan seringkali air yang dikirimkan tidak cukup. Oleh karena itu, direktur menginstruksikan Anya untuk mencari pemasok air minum lain.

Anya membuka Google dan menemukan 5-10 website untuk membandingkan harga. Sayangnya, dia tidak punya banyak waktu untuk membaca. Anya punya agenda rapat, mengurus dokumen, dan pulang lebih awal untuk menjemput anaknya di sekolah. Oleh karena itu, Anya memindai kalimat-kalimat di website secara diagonal. Dia melihat gambar dan judul sekilas, lalu membaca sesuatu yang paling mencolok. Setelah membuat beberapa kesimpulan tentang satu perusahaan, dia lekas beralih ke perusahaan berikutnya.

Anya sama sekali tidak peduli seberapa detail sebuah landing page dikembangkan (jika memang ada), berapa biaya copywriter, dan berapa kali desainer mengatur ulang desain halaman. Dia datang untuk menyelesaikan tugas dan memecahkan masalah.

Klien datang untuk memecahkan masalahnya

Kesimpulannya, klien tidak punya waktu untuk membaca situs secara detail. Mereka masih punya banyak agenda lain untuk dikerjakan. Saya akan memberi tahu Anda sebuah rahasia: hanya ada dua orang yang membaca landing page, yaitu si copywriter dan beberapa pelanggan lama.

Kedua, Teks Tidak Menggambarkan Esensi Dengan Baik

Seorang klien menghubungi sebuah perusahaan bukan karena teks iklan yang istimewa. Namun, saat dia yakin perusahaan tersebut mampu menyelesaikan masalahnya. Bagaimanapun juga, membaca dan percaya adalah dua hal yang berbeda.

Anda dapat menulis teks yang sangat bagus dengan banyak fakta berguna. Misalnya: “Penyedot debu inovatif kami mampu menyedot kutu langsung dari anjing tanpa membahayakan kulit hewan peliharaan Anda!” Benar-benar ada keuntungan di sini. Namun, bahkan jika klien telah membaca semua teks itu, dia harus membayangkan gambarnya, menafsirkan, dan menarik kesimpulan. Itu jelas membutuhkan waktu dan tenaga.

Pada dasarnya, seseorang berpikir dalam bentuk gambar sederhana. Oleh karena itu, akan jauh lebih mudah bagi kita untuk membaca gambar dan memahami maknanya daripada membayangkan apa yang tertulis di dalam teks.

Jangan Hanya Bercerita, Tunjukkan Produk Anda

Menjual dengan teks adalah masalah dasar yang sudah saya bicarakan di awal. Orang-orang tidak punya waktu untuk membaca dan mereka datang ke website bukan untuk membaca, namun untuk menyelesaikan masalah. Artinya, mereka perlu menemukan solusi.

Seringkali Anda mencoba menampilkan produk melalui ikon dan gambar. Ini adalah pendekatan yang buruk. Ikon dan senyum manis tidak akan memberi informasi yang berguna tentang produk Anda kepada pelanggan.

Maka dari itu, Anda perlu ilustrasi untuk menggambarkan produk.

Saya tidak berbicara tentang gambar vektor indah yang digambar oleh desainer ilustrator. Ilustrasi adalah penjelasan visual berupa contoh nyata yang menjelaskan sesuatu.

Ilustrasi lebih kuat daripada teks

Dalam dunia iklan, ilustrasi adalah konten yang menunjukkan sebuah makna secara jelas. Ilustrasi bisa berupa foto, video, diagram, tabel, diagram, dan kadang teks.

Katakanlah Anda pergi menunggang kuda. Anda dapat menulis teks keren dengan fakta yang berguna. Namun, foto gadis cantik menunggang kuda di bawah matahari terbenam akan memberikan lebih banyak informasi. Atau jika sedang membangun rumah, masuk akal untuk mengambil foto dengan sudut pandang interior di dalam bangunan.

Ilustrasi mampu menggerakkan klien

Sekali lagi: teks juga bisa menjadi alat untuk menggerakkan klien. Asalkan teks yang ditulis berguna dan penting bagi klien. Namun, agar klien benar-benar memahami apa yang ingin disampaikan, Anda tetap membutuhkan ilustrasi.

Harap dicatat bahwa bukan berarti kami menyarankan untuk sepenuhnya mengganti teks dengan gambar. Kita berbicara tentang pendekatan yang berbeda secara fundamental, yaitu saat visualisasi produk menjadi inti dan teks hanya berperan untuk melengkapi gambaran keseluruhan.

Apa Itu Ilustrasi?

Ilustrasi bisa berwujud foto, render produk, potret tim, video, diagram, tabel, dan screenshot. Secara singkat, ilustrasi adalah semua yang menunjukkan fisik produk, serta bagaimana dia dapat digunakan untuk membantu pelanggan. Contoh ilustrasi yang paling sederhana adalah foto produk.

Teks juga bisa menjadi ilustrasi. Misalnya pada situasi dimana Anda menghubungi perusahaan: “Anak-anak dengan gangguan attention deficit disorder dapat dibawa ke taman kanak-kanak kami. Pendidik terlatih kami akan mendampingi mereka”. Ini juga merupakan ilustrasi.

Demonstrasi bisa menjadi media ilustrasi khusus. Misalnya, Anda membuat landing page tentang jaket tahan air. Ilustrasinya berwujud diagram struktur kain dan demonstrasinya berupa video air yang dituangkan ke atas jaket.

Sedangkan ikon dan gambar random dari internet tidak bisa dikategorikan sebagai ilustrasi. Ikon tidak mampu menyampaikan sesuatu yang berguna. Anda memang dapat menambahkan ikon jam ke fakta “Kami dapat membangun rumah dalam 20 hari”.

Sayangnya, ikon tidak akan menyelesaikan masalah apa pun. Lagipula, apakah klien tidak pernah melihat jam? Ikon dapat berguna untuk kondisi lain. Misalnya saat Anda perlu menyoroti sesuatu yang penting dalam layout monoton.

Foto yang diambil dari internet hanyalah gambar abstrak. Mereka tidak mengilustrasikan apa pun. Di dalam konten visual, makna adalah unsur penting yang harus dimunculkan di permukaan. Klien tidak punya waktu untuk memikirkan apa maksud gambar Anda.

Namun, tetap ada pengecualian. Gambar dari internet dapat membantu Anda untuk menciptakan suasana tertentu, terlebih saat klien tidak benar-benar fokus dengan pikirannya.

Gambar mampu mengembalikan fokus pembaca

Bukan berarti bahwa ikon, ilustrasi vektor, dan gambar dari internet itu buruk. Mereka hanya dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah lain.

Aturan Umum Ilustrasi Dalam Dunia Periklanan

Gambarkan apa yang penting. Sebagian besar ilustrasi harus menjelaskan cara dan harga sebuah produk dalam memecahkan masalah klien.

Misalnya, pada landing page mengenai kursus public speaking, alangkah baiknya untuk menunjukkan hasil siswa “dulu → sekarang” dalam format audio atau video.

Gunakan foto orang-orang berparas rupawan. Kita tetaplah makhluk sosial yang memperhatikan orang lain, terutama yang cantik atau tampan.

Model cantik/tampan harus nampak senang saat menggunakan produk Anda. Model tersebut bekerja untuk perusahaan dan menciptakan suasana hati yang baik. Di alam bawah sadar, pembeli juga ingin terlihat cantik/tampan dan puas seperti ekspresi yang ditunjukkan oleh model.

Ilustrasi model cantik

Ilustrasi utama harus ada di awal. Pada pandangan pertama, klien harus memahami apa yang dijual. Selain itu, klien harus mengerti bagaimana produk ini dapat menyelesaikan masalahnya.

Menjual robot penyedot debu? Tempatkan foto robot yang sedang bekerja di atas karpet dan meninggalkan jejak yang bersih. Dalam hal ini, penting untuk tidak hanya menunjukkan bentuk penyedot debu, namun juga tingkat kebersihan yang bisa didapat.

Tandai ilustrasi Anda. Pembeli tidak selalu dapat mengerti isi dan alasan sebuah ilustrasi ditempatkan disana. Sebuah tanda sederhana akan membantu mereka untuk memahaminya.

Bagaimana Mengilustrasikan Produk yang Berbeda

Apa pun dapat diilustrasikan, mulai dari barang, jasa, hingga layanan online. Apapun yang Anda jual, buatlah ilustrasi yang benar-benar menyampaikan poin penting kepada klien.

Produk. Hal terpenting untuk menjual produk adalah memiliki foto yang representatif. Tidak hanya cantik, tetapi juga informatif.

Jasa. Jika output dari jasa bersifat material dan dapat dirasakan, maka semuanya menjadi sederhana. Misalnya, Anda menampilkan hasil jasa dalam format “sebelum → sesudah” dan video tentang bagaimana layanan ini disediakan. Langkah ini cocok untuk jasa dry cleaning, salon kecantikan, dan stylist.

Anda juga bisa lebih dari sekadar mendemonstrasikan hasilnya. Misalnya, Anda menunjukkan bahwa para ahli masih terus mempelajari hal-hal baru.

Namun, ada juga layanan yang hasilnya tidak bisa ditampilkan, seperti jasa pengacara atau broker kredit. Diagram cocok dipakai sebagai ilustrasi pada kasus ini. Anda bisa menuliskan pilihan jasa yang tersedia, bagaimana layanan diberikan tergantung pada situasi klien, dll.

Ilustrasi bergantung pada jenis produk

Layanan juga dapat diilustrasikan dengan pindaian dokumen. Misalnya, pendapat para ahli untuk membantu klien dalam memahami bentuk output layanan. Anda juga dapat mengunggah dokumen kontrak ke website.

Kursus online. Untuk produk ini, Anda perlu menunjukkan pelatihan seperti apa yang akan diberikan kepada klien. Jika memungkinkan, tunjukkan hasil sebelum dan sesudah berupa audio atau video pelatihan.

Tampilkan juga program pelatihan, klien harus memahami apa yang akan dia dapatkan setelah melakukan pembayaran. Tidak apa-apa jika programnya besar. Ingat poin ini: di benak klien, nilai kursus Anda harus lebih mahal daripada harganya.

Tunjukkan cara kerja pelatihan. Jika menggunakan platform tertentu, tambahkan screenshot dari akun pribadi Anda. Perlihatkan beberapa slide materi kursus. Selain itu, tunjukkan juga siapa saja mentor yang akan terjun di pelatihan nanti.

Platform, layanan online, produk digital. Screenshot, screenshot, dan screenshot. Melalui media ini, klien akan mendapatkan gambaran yang informatif.

Satu poin penting di sini: Anda tidak perlu menunjukkan keseluruhan screenshot, cukup fokus pada hal utama. Misalnya, saat mendemonstrasikan sistem CRM, Anda tidak perlu menampilkan semua filter yang ada. Edit kembali hasil screenshot Anda.

Contoh ilustrasi

Jika Anda adalah seorang desainer, tunjukkan krpada klien mana desain yang bagus dan yang tidak, berikut alasannya. Konten semi-pendidikan seperti ini akan membantu klien untuk mengerti apa yang harus dicari.

Produk kompleks dan B2B. Ini adalah produk yang relatif mahal, seperti usaha waralaba, konstruksi rumah, dan bisnis manufaktur. Untuk itu, Anda dapat menerapkan set lengkap, yaitu foto produk yang informatif dan indah, video proses pengiriman barang, diagram kerja, dan sebagainya.

Situs “DODO-Franchising” bisa menjadi gambaran mengenai ilustrasi yang bagus. Di sini, Anda dapat menemukan screenshot dari sistem informasi, pendapatan franchise (angka dan ilustrasi), dan foto produksi.

Sebuah bisnis memang tidak selalu punya cukup dana dan waktu untuk menyiapkan visualisasi yang baik. Namun, foto informatif yang diambil menggunakan ponsel masih lebih baik daripada foto indah namun abstrak dari internet. Bagaimanapun juga, dengan dana terbatas, Anda harus menghemat anggaran desain. Maka dari itu, menampilkan produk dengan benar masih lebih penting ketimbang membuat halaman yang indah.

Kesimpulan

Selalu ingatlah mindset ini: ilustrasi lebih kuat daripada teks. Namun, ada beragam media ilustrasi di luar sana, seperti foto, video, diagram, tabel, dan screenshot. Anda harus memahami apa ilustrasi yang tepat untuk produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Jika semua dilakukan dengan benar, maka hasilnya tidak akan butuh waktu lama. GeniusMarketing juga sudah mengujinya 🙂

Apakah artikel ini berguna? Silakan tulis apa yang Anda pikirkan. Feedback Anda berguna sangat berguna bagi kami!