Tidak semua scene diambil dari kompetisi olahraga sungguhan, beberapa fragmen dibuat menggunakan efek khusus.

Pada akhir Juli 2020, Nike merilis iklan You Can’t Stop Us. Secara total, iklan tersebut menggunakan 72 video pendek. Semuanya digabungkan menjadi 36 fragmen yang terbagi menjadi dua layar, dengan atlet di bagian kiri dan kanan bingkai bergerak seirama satu sama lain.

Wieden + Kennedy Portland adalah creative agency dari Amerika Serikat yang mengerjakan proyek tersebut. Oscar Hudson dari Pulse Film menjadi sutradara, sedangkan Peter Wiedensmith dan Jessica Buckles bertindak sebagai editor iklan Nike ini.

Dimana Sutradara Mengambil Potongan Fragmen?

Pengerjaan video berawal dari menyusun naskah dan membuat sketsa pengambilan gambar. Lalu, sutradara merumuskan gerakan tubuh yang sering dilakukan oleh para atlet untuk mendapatkan kolaborasi yang menyatu.

Tim iklan sudah melakukan riset pada 4.000 acara olahraga dan memilah fragmen video. Bagaimanapun juga, meski sudah mendapatkan sebagian besar materi video, sutradara Hudson tetap memfilmkan beberapa fragmen secara terpisah.

Selain itu, tim dengan cepat menyadari bahwa kedua sisi layar seharusnya menampilkan adegan yang sangat berbeda. Dua pemain sepak bola yang bergerak bersama tentu tidak semenarik pelempar cakram dan balerina yang memiliki gerakan serupa, kata editor Peter Wiedensmith.

You Can’t Stop Us

Proses Editing dan Efek Khusus

Windensmith menambahkan bahwa untuk mendapatkan efek keterlibatan penonton, pergerakan karakter dalam video harus berlangsung paling tidak selama dua detik.

Jika sutradara mendapatkan sepasang fragmen yang sangat ideal untuk digunakan dalam enam frame, tetapi para atletnya hanya bergerak bersama dalam rentang waktu pendek, maka keseluruhan ide tidak bisa dipakai.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan fragmen dengan gerakan serasi yang sempurna, pembuat video menampilkan efek gerakan lambat. Untuk menemukan ilusi lengkap, mereka harus menyusun gambar frame demi frame. Bahkan terkadang juga menggunakan VFX, yaitu efek khusus yang tidak terlihat oleh penonton.

“Agar bidikan terlihat ideal, framing, sudut kamera, dan sudut lensa harus serupa, selain itu, pose tubuh atlet juga harus serasi,” kenang editor iklan Nike tersebut.

Kita ambil cotoh satu fragmen. Di video asli, terdapat empat pelari wanita lain yang berlari di samping karakter utama. Dari video yang sama, editor berhasil menemukan latar belakang yang lebih sesuai. Dia membangunnya kembali dan memisahkan si  tokoh utama, lalu menyamakan gerakan tubuhnya dengan pemain rugby yang berada di sisi kanan layar.

Pendekatan seperti itulah yang membuat sutradara menghabiskan lebih dari 1000 jam untuk membangun komposisi video yang tepat.

Ini adalah iklan tersulit yang pernah saya edit. Saya menyukai gagasan kesinambungan di dalamnya dan bagaimana wajah orang-orang bersinar ketika menontonnya.

Peter Wiedensmith, Editor